Emping Melinjo Manis Cirebon





EMPING melinjo salah satu jenis panganan yang banyak digemari oleh semua golongan, terutama kalangan ekonomi bawah dan menengah yang merupakan industri unggulan masyarakat Desa Tuk Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon.
Salah satu daerah yang terkenal denganhome industri emping melinjo adalah Desa Tuk, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon. Di desa tersebut terdapat puluhan “pabrik” emping melinjo yang tak pernah sepi dari pesanan. Aktifitas pembuatan emping melinjo dapat dijumpai di desa tersebut setiap hari.
Emping merupakan salah satu jenis penganan yang murah meriah. Harga terjangkau untuk semua kalangan dengan berbagai rasa seperti asin, manis, pedas. Oleh karenanya emping melinjo ini digemari oleh semua usia. Emping melinjo biasanya disajikan sebagai pelengkap soto gado-gado, nasi uduk, dan dapat juga sebagai pelengkap minum kopi.
H.Sawita (70 tahun) salah seorang pengusaha emping melinjo di Jl. Nyi Mas Gandasari Desa Tuk Kecamatan Kedawung yang didampingi Maknu (40 tahun) kepada CNC, Sabtu (14/1), menyatakan usaha yang dirintisnya sudah berjalan selama 25 tahun. Memproduksi tidak kurang dari 150 kg melinjo mentah tiap hari untuk dibuat emping, dengan mempekerjakan dua puluh orang tenaga kerja.
Proses pembuatanya menurut penjelasan Sawita di pabariknya yakni 1 buah melinjo kulit bagian luar di kupas lalu disangrai di atas api selanjutnya kulit bagian dalam dikupas yang kemudian ditumbuk sampai tipis. Hasil tumbukan yang berbentuk bulat dan tipis dilumuri bumbu dengan beraneka rasa selanjutnya di jemur. Setelah emping mengering selanjutnya di goreng.
Hasil produksi emping melinjo yang sudah digoreng dipasarkan ke berbagai daerah seperti Majalengka, Kuningan, Indramayu, Jakarta, Krawang, Bekasi dan Bandung dengan harga Rp. 35.000. Per Kg. “Pesanan selalu nengalir terutama pada saat bulan Ramadhan dan menjelang liburan sekolah,” Jelas H. Sawita.(Irawan/Job)

Sumber: cirebonnews.com



2 komentar:

Emping Melinjo Oleh-oleh Khas Cirebon


BANDUNG (bisnis-jabar.com): Kalau berkunjung ke Kota Cirebon, belum lengkap rasanya jika melewatkan jajanan dan makanan khasnya.
Semua makanan khas tersebut bisa didapat di sepanjang Jalan Plered, yang akan dilewati ketika masuk Kota Cirebon dari arah Bandung dan Jakarta.
Mulai dari camilan seperti krupuk mlarat, emping, hingga empal gentong dan nasi jamblang, semua tersedia dari Senin hingga Minggu, sepanjang hari.
Pedagang makanan ringan, Ono Risdiono mengungkapkan, kue kering yang tersedia di sejumlah toko di pinggir jalan Plered tersebut, juga menjual makanan atau camilan untuk perayaan, pesta, dan hajatan.
“Makanan tersebut dijual per kilo dan sangat murah meriah, rasanya pun tak kalah dengan makanan atau camilan yang dijual di toko swalayan,”katanya, saat dihubungi bisnis-jabar.com, Jumat (16/3).
Makanan yang dijual pun saat ini semakin variatif. Ono menuturkan, makanan ringan untuk anak-anak pun kini tersedia dengan harga grosir.
Bahkan para pembeli yang belanja di pasar makanan Plered, berasal dari luar kota Cirebon, seperti Tegal, dan Brebes pun banyak yang datang untuk belanja makanan ringan.
“Pokoknya di pasar makanan Plered, menjadi pusat jajanan segala ada, setiap hari pun ramai pembeli yang berdatangan, baik yang beli untuk konsumsi pribadi maupun untuk dijual lagi,”ungkapnya.
Pasokan makanan ringan yang dijual para pedagan di pasar makanan Plered, berasal dari produksi masyarakat Cirebon sendiri.
Menurut salah satu pembuat emping melinjo asal Trusmi, Nanang, setiap hari dirinya membuat kurang lebih 100 kilogram emping melinjo untuk dijual.
“Emping melinjo Cirebon, memiliki ciri khas dengan emping yang dijual di daerah lain, emping dari Cirebon, selain rasanya renyah dan legit, juga tersedia dalam dua rasa, yakni asin dan manis,” katanya.
Selain itu, ada juga makanan khas lainnya seperti kerupuk melarat, jenis krupuk yang digoreng memakai butiran pasir. Merupakan salah satu jenis makanan khas Cirebon yang paling digemari pembeli, khususnya dari luar kota.
Nanang menambahkan, di pasar  makanan Plered, sebenarnya hanya jejeran toko-toko yang ada di sepanjang Jalan Plered, Cirebon, namun karena semua toko berjualan makanan, maka sering disebut pasar makanan Plered.
“Semua toko buka setiap hari, kendati jajanan khas Cirebon tersedia di berbagai tempat di Cirebon, namun di pasar makanan Plered, tentu  lebih lengkap dan bervarisasi, hal itulah yang membuat tempat tersebut selalu ramai dikunjungi pembeli,”pungkasnya.(yri)
Sumber: bisnis-jabar.com

0 komentar:

Buah Melinjo

Tanaman melinjo dapat tumbuh pada ketinggian tempat 0-1.200 m dpl. Dengan demikian, tanaman melinjo dapat tumbuh di pegunungan berhawa lembab, bisa juga didataran rendah yang relatif kering. Namun agar dapat berproduksi secara maksimal, melinjo sebaiknya ditanam di dataran rendah yang ketinggiannya tidak lebih dari 400 m dpl dan dengan curah hujan sekitar 3.000-5.000 mm/tahun merata sepanjang tahun.

Pohon melinjo sudah dapat dipanen setelah berumur 5-6 tahun. Panen dilakukan dua kali setahun. Panen besar sekitar bulan Mei-Juli, sedangkan panen kecil sekitar bulan Oktober-Desember. Sedangkan pemungutan bunga dan daun muda dapat dilakukan kapan saja. Hasil melinjo per pohon untuk tanaman melinjo yang sudah dewasa bervariasi antara 15.000-20.000 biji. Menurut petani, tanaman melinjo umur 15 tahun hasil produksi buahnya mencapai 50 kg klatak (buah yang telah dikupas kulitnya) sekali panen, berarti produksi yang diperoleh klatak 100 kg/pohon/tahun.

Berbagai bagian dari pohon melinjo dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Diantaranya, daun, biji melinjo dan kulit biji melinjo sering dimanfaatkan sebagai bahan untuk sayur. Selain itu, bijinya juga dapat diolah menjadi emping. dalam mengolah biji melinjo menjadi emping, sebaiknya biji melinjo tidak disimpan terlalu lama sebelum diolah menjadi emping. Buah melinjo yang disimpan lebih dari tiga bulan tanpa fasilitas penyimpanan yang baik akan mempengaruhi kualitas emping yang dihasilkan.

Emping melinjo adalah sejenis keripik yang dibuat dari biji melinjo yang telah tua. Proses pembuatan emping tidak sulit dan dapat dilakukan dengan menggunakan alat-alat sederhana. Emping melinjo merupakan salah satu komoditi pengolahan hasil pertanian yang memiliki nilai tinggi, baik karena harga jual yang relatif tinggi maupun sebagai komoditi ekspor yang dapat mendatangkan devisa. Sejauh ini, emping diekspor ke negara-negara tetangga di antaranya ke Singapura, Malaysia dan Brunei. Bahkan, pasar ekspor yang potensial menjangkau Jepang, Eropa dan Amerika. 

2 komentar: